Selasa, 10 Januari 2012

UBUNTU OS IS OS Plug and Play


Linux Ubuntu rupanya operating system yang plug and play, mungkin saya baru menyadarinya sekarang , setelah laptop saya HP MINI Intel Atom mengalami kerusakan pada hardisknya, padahal klo saya lihat hardisk masih dalam keadaan bagus, dan masih bisa untuk menyimpna data, tetapi sayang tidak bisa digunakan untuk booting langsung sebagai hardisk boot karena mungkin ada beberapa segmen yang crash/bad sector ini diakibatkan oleh penggunaan arus listrik yang menggunakan genset dimana tegangannya bisa naik dan turun. Lalu waktu itu saya coba install linux kebetulan saya menggunakan Ubuntu lucid 10.04 yang dapat kiriman dari ubuntu site (http://www.ubuntu.com/shipit), tapi sekarang sudah tidak bisa lagi, karena sekarang hanya menyediakan download link (http://www.ubuntu.com/desktop/get-ubuntu/download) untuk free download dan order CD via https://shop.canonical.com/,
Lalu saya install Ubuntu 10.04 tersebut via external DVD RW, menggunakan hardisk laptop model ATA yang saya jadikan hardisk portable menggunakn casing portable seharga 75.000 dimana hardisk ata tersebut berkapasitas 12GB (itupun sudah berbunyi..”ke..ke..riuk”), walhasil dengan kekuatan , sedaya upaya akhirnya selesai juga process penginstalan, lalu saya keluarkan cd room dan membiarkan note book restart , and…jreng…Ubuntu 10.04 pun bisa booting dan running dari external hardisk,nah Kendala kecil pun muncul lagi…karena ubuntu belum bisa memutar atau pun menjalankan beberapa file multimedia , IM kesayangan, dan beberapa software kesayangan yang biasa di running di windows, dan untuk menjalankan itu semua harus di install melalui update yang langsung link ke webnya dimana file2 yang dibutuhkan tersebut dan otomatis harus menggunakan koneksi internet, berhubung internet menggunakn modem LOLA, Akhirnya saya shutdown pc lalu cabut external hardisk tersebut dari notebook dan menunggu keesok harinya, sesampainya di kantor saya masukan cable exetrenal hardisk tersebut ke notebook kantor lalu saya hidupkan …dan notebook tersebut booting dari external hardisk yang beroperasikan Ubuntu 10.04 tanpa berpikir panjang saya update semua yang diperlukan dan saya install aplikasi kesayangan saya , setelah selesai. Saya shutdown lagi notebook kantor dan booting dari hardisk internal yang ada dinotebook. Lalu malam nya saya coba lagi notebook HP mini saya booting dari external hardisk yang sudah terupdate dan terpasang aplikasi kesayangan , wal hasil semua file format multi media berjalan lancar, begitu juga dangan beberapa aplikasi kesayangan saya biasa di jalankan di windows bisa jalan di Ubuntu 10.04.
Berhubung hardiks yang saya gunakan hanya berkapasitas 12 GB dan sudah berbunyi “ke..ke..riuk”Saya berinsiatif mengcopy semua nya ke hardisk Pc model ATA berukuran 40GB dengan mengcloningnya Setelah selesai, saya gunakan cable data yang bisa membaca semua model hardisk melalui usb port atau dengan kata lain converter cable from any hardisk to USB, dan saya colokan ke notebook HP mini saya untuk dijadikan Bootable hardisk, and ….jreng…lagi hardisk pc ATA tersebut bisa booting dan menjalankan Ubuntu 10.04 yang saya cloning dari hardisk laptop ATA 12 Gb tadi….memang ajaib …sudah free open source…penginstalannya gampang…bisa di cloning…and langsung Plug and Play “Bravo…UBUNTU…Bravo…Linux…Bravo Opensource…”

Hal ini saya lakukan karena ke tidak sengajaan, mo beli hardisk lagi untuk hardisk Laptop Model Sata harganya lagi membumbung tinggi…sebelumnya saya beli untuk laptop Compaq adik saya dengan quota 500 GB (Hardisk Portable Seagate) seharga Rp.570.000,- lalu 3 minggu kemudian saya berencana mo membeli lagi untuk mengganti hardisk HP mini saya harganya sudah naik lagi, yang 250 GB seharga Rp.650.000,- apalagi yang 500Gb sekitar Rp.870.000 rupiah dan terjadilah hal seperti diatas…..Mungkin sekian dulu..lain waktu sambung lagi…dan mungkin klo sempat saya akan menulis step by step cara melakukannya di blog tercinta saya ini….Cheeeeeeeeeeersrsrsr…



Tidak ada komentar: