just me and mine...hoping forever like this even any p...always came ..and we hope always solve it...
Senin, 10 Agustus 2009
Rabu, 29 Juli 2009
Error Mesage when you try to add or remove program n windows xp

Yah ini pengalaman lagi...sebenarnya udah lama pc client bermasalah karena gak bisa instal atupun uninstal program di windows xp, maslahnya udah lama juga. rencananya mo di instal ulang karena di kira udah gak ada jalan lain abiz kasian setipa kali mo running excel 2007 selalu loading intstaler trs yah makan waktu juga sekitar 5 menitan setipa kali buka file excel selain itu mo buka AS400 juga kadang harus manual
tidak bisa automatic dan akhirnya semalam tanpa sengaja saya print screen aja tuh error messagenya"The Windows Installer Service could not be accessed. This can occur if you are running Windows in safe mode, or if the Windows Installer is not correctly installed. Contact your support personnel for assistance."
dan saya melirik uncle google sembari mengcopy paste message diatas dan trink...google search menunjuk link ke microsft dan akhirnya ...
tak peraktekan apa yang di perintak sama microsot walhasil berhasil juga dan pc client pun tidak di jadi di instal ulang...berikut cara2nya saya langsung copy paste aja ke blog ini abis biar gak lupa klo ada maslah kaya beginian...
Couse:
This problem may occur if one of the following conditions is true:
* The Windows Installer files that are on your hard disk are damaged or are missing.
* You install or remove a program that uses the Windows Installer Microsoft Software Installation (MSI) package file (.msi). For example, this may occur when you try to install Microsoft Office on your computer.
Resolution
1: Reregister the Windows Installer
To reregister the Windows Installer, verify the location of the Msiexec.exe file on your hard disk and in the Windows Registry, and then register the Windows Installer. To do this, follow these steps.
Note Because there are several versions of Microsoft Windows, the following steps may be different on your computer. If they are, see your product documentation to complete these steps.
1. Determine the location of the Msiexec.exe file on your hard disk. To do this,
follow these steps:
a. Click Start, click Run, type %windir%\system32, and then click OK.
Note This step will open the folder where the Msiexec.exe file is
located.
b. Make a note of the location of the Msiexec.exe file. The location of the
Msiexec.exe file will be a combination of the value in the Address text
box and the Msiexec.exe file name itself.
For example if the Address text box contains a value of C:\Windows\system32, the location of the Msiexec.exe file will be C:\Windows\system32\Msiexec.exe.
2. Important This section, method, or task contains steps that tell you how to modify the registry. However, serious problems might occur if you modify the registry incorrectly. Therefore, make sure that you follow these steps carefully. For added protection, back up the registry before you modify it. Then, you can restore the registry if a problem occurs. For more information about how to back up and restore the registry, click the following article number to view the article in the Microsoft Knowledge Base:
322756 (http://support.microsoft.com/kb/322756/ ) How to back up and restore the registry in Windows
Make sure that the location of the Msiexec.exe file in Registry Editor is correct. To do this, follow these steps:
1. Click Start, click Run, type regedit in the Open text box, and then click
OK.
2. Expand HKEY_LOCAL_MACHINE, expand SYSTEM, expand CurrentControlSet,
expand Services, and then click MSIServer.
3. In the right pane, right-click ImagePath, and then click Modify.
4. In the Value data text box, type the location of the Msiexec.exe file
that you determined in step 1, followed by the value of /V, and then
click OK.
For example, if the location of the Msiexec.exe file is
C:\Windows\system32\Msiexec.exe, type the following text in the Value
data text box:
C:\WINDOWS\System32\msiexec.exe /V
5. Click OK to close the Edit String dialog box.
6. Click the File menu, and then click Exit to close Registry Editor.
3. Start your computer in safe mode, and then register the Msiexec.exe file. To do
this, follow these steps:
1. Click Start, and then click Turn off computer or Shut Down.
2. Select the Restart option, and then click OK, or click Restart.
3. Press F8 before the Windows splash screen appears.
4. On the Windows Advanced Option menu, use the arrow keys to select the
Safe Mode option, and then press ENTER.
5. If you use a dual-boot or multiple-boot computer, select the appropriate
operating system from the list that is displayed, and then press ENTER.
6. Log on to the computer.
7. Click Start, click Run, type msiexec /regserver in the Open text box, and
then click OK.
Note For 64-bit operating systems, you also have to reregister the 64-bit MSI installer. To do this, click Start, click Run, type %windir%\Syswow64\Msiexec /regserver in the Open text box, and then click OK.
On 64-bit editions of the Windows operating system, 32-bit binaries are located in %systemroot%\SysWow64 folder. The 64-bit binaries are located in the %systemroot%\System32 folder.
8. Click Start, and then click Turn off computer or Shut Down.
9. Select the Restart option, and then click OK, or click Restart.
If the issue persists, and you still receive the error message that is mentioned in the "Symptoms" section, follow the steps in Method 2.
Back to the top
Method 2: Reinstall the Windows Installer
To reinstall the Windows Installer, rename the damaged Windows Installer files, and then reinstall the Windows Installer. To do this, follow these steps:
1. Click Start, click Run, type cmd in the Open text box, and then click OK.
2. Type cd %windir%\system32, and then press ENTER.
3. Type attrib -r -s -h dllcache, and then press ENTER.
4. Type ren msi.dll msi.old, and then press ENTER.
5. Type ren msiexec.exe msiexec.old, and then press ENTER.
6. Type ren msihnd.dll msihnd.old, and then press ENTER.
7. Type exit, and then press ENTER.
8. At the command prompt, type exit, and then press ENTER.
9. Click Start, and then click Turn off computer or Shut Down.
10. Select the Restart option, and then click OK, or click Restart.
11. Log on to the computer.
12. Download and install the latest version of the Windows Installer. For more information about how to obtain the Windows Installer, click the following article number to view the article in the Microsoft Knowledge Base:
893803 (http://support.microsoft.com/kb/893803/ ) Windows Installer 3.1 v2 (3.1.4000.2435) is available
13. Click Start, and then click Turn off computer or Shut Down.
14. Select the Restart option, and then click OK, or click Restart.
http://support.microsoft.com/kb/315346
Kamis, 09 Juli 2009
OPEN VPN at XP OS (Acces Kerjaan dirumah serasa di kantor)

Wuih Ada lg tuh software Open source untuk open VPN (Virtual Private Network) yang jelas free alias gratisan sehingga seolah-olah kita serasa di lingkungan kantor, kita bisa acces printer sharing, email kantor, file sharing pokoknya aktivitas kita yang biasa di lakukan di kantor bisa di lakukan di rumah, mungkin banyak rekan semua yang sudah mngenalnya bahkan mencobanya tapi bagi saya ini merupakan pengalaman atau ilmu tambahan dan mungkin ilmu baru yang bisa saya implementasikan nantinya.
Kebetulan di kantor menggunakan SME Server untuk file sharing, Print to Fax dan login ke masing2 usernya jadi setelah di tambah add ons open VPN Bridge di SME servernya kita tinggal create new user di SME servernya setelah selesai kita download file id nya dari SME server dan semua ini harus user administrator yang melakukannya lalu kita masukan file id tersebut ke c:/program file/open vpn/config dan jalankan open VPN nya yang telah kita instal di pc user atau client maka automatic ip adress yang sebelumnya berubah menjadi ip adress di kantor tempat kita kerja dan otomatis kita semua bisa acces semua fasilitas yang berada di kantor dalam seperti print sharing, email kantor, file sharing, fax sahring dan aplikasi lainnya.
Jika anda ingin mencobanya silahkan download filenya disini tapi jangan lupa di SMEnya sudah terpasang Add ons OPEN VPN BRIDGE
Referensi:
http://openvpn.se
http://wiki.contribs.org/SME_Server
Kamis, 02 Juli 2009
Printer HP 1020 Error "You cannot add a printer and you receive printer spooler error messages in Windows XP"
Beberapa hari yang lalu ada panggilan via email dan telephone dari kantor cabang atau kantor kedua tempat saya bekerja mereka memberitahukan kalau printer sharing merek HP 1020 tidak bisa ngeprint dengan mesage printer spooler, setelah beberapa kali saya reinstal dan konfigure ulang tetap saja masih juga tidak bisa di gunakan dan masih menampilkan mesage yang sama akhirnya saya gunakan ilmu pamungkas saya sembari berbisik ke paman saya yaitu Uncle Google dan walhasil saya masuk ke forumnya microsft dan disana membeberkan kenapa print bisa spooler dan samapai pada penghujung wacana, om microsoft memberikan suatu solusi dengan menyuruh kita untk menginstal suatu software yang di berinama FIXPRINTSPOOLER dan walhasil dengan sedaya upaya dimana bandwith yang sangat lemot akhirnya tuh software siap di download langsung dah di instal, setelah selesai setingan spooler dikembalikan ke default dan printer kita jadi hilang abiz itu instal lagi tuh printer dan ternyata setelah di instal printer kembali normal dan bisa diajak sharing lagi...
saya ucapkan terimakasih terhadap paman saya yaitu Uncle GOOGLE dan Oom saya Om MICROSOFT jika anda berminat dan mencoba bisa di download disini
Rabu, 01 Juli 2009
Instalasi ubuntu 8.04

Akhirnya bisa juga ntuh insatalasi ubuntu 8.04 walaupun sudah keluar varian barunya, tp baru sempat beberapa hari yang lalu abiz br ada kesempatan dan prasarana (lg banyak kompi user yang nganggur...pada biz contrack and resign)jadi yah bisa di manfaatkan, sebelumnya sih dah sukses juga pake yang ubuntu versi 7.04 and 7.10 karena request trs ama yang punya akhirnya dapat kiriman trs sampai versi 8.04 nah varian yang terbaru belum sempat lg request...jd karena lg ngoprek yang versi 8.04 yah tak jajal trs aja...sekarang lg nyoba instal virtual box...sebelumnya instal aplikasi wine berhasil biar aplikasi yang running di os xp bisa runing juga di ubuntu trs instal samba dengan maksud biar bisa join ke server tp sampai detik ini belum bisa juga ...yang penting trs berusaha..padahal sebelumnya dah bisa waktu masih pake ubuntu versi 7.10 berhubung sudah lama yah jadi lupa lg...sepertinya semuanya hrs selalu di tulis dalam harian maya nih biar ndak lupa walau sekecil apapun kadang klo gak pernah di coba jd lupa lg, apalagi pemahaman orang lain dengan kita agak berbeda yah mungkin tujuannya sama tetapi jalannya yang berbeda..trs belajar dan semangat...
Untuk Tutorialnya mungkin menyusul atau mungkin tiggal search aja di uncle google
Kamis, 25 Juni 2009
Jalur IP Web dengan Tracert
Perintah Tracert pada cmd berfungsi untuk mengetahui jalur link kemana saja ip adress atau alamat suatu web di route add sehingga kita bisa mngetahui kenapa yah ko link kita error atau ko lari ke web lain caranya yah tinggal klik start --->Run-->cmd--->tracert detik.com---->enter, maka akan muncul link ip dari mana sajakah sehingga sampai ke detik.com itu.

Just Sharing...
Just Sharing...
Selasa, 16 Juni 2009
PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Dapat kiriman tulisan dari rekan kerja yah saya sharing aja di blog ini pa tau belum semua dapat atau belum pernah membacanya,...walah kacau juga klo kaya gini yah..yah silahkan di simak atau di baca selanjutnya...mongg mas..
Ternyata 1 ONS BUKAN 100 GRAM
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah,
yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang
pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses
pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah,
takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound
dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1
pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia
terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang
waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang
menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa
menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan ditulis
ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk
tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional
tidak bisa ditemukan.
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah bagian
dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons
ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan
(bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound =
500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal* atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, *tidak
pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini adalah
suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan.
Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran
akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi
pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan
dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan
bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun
menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam
didalam otak anak kita sejak usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan
seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan
koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk
resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ;
*"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan
secara internasional , yang menyatakan bahwa :
*1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?*
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?
Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?
Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian
satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat
sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus
diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada
anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya
adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = 500 gram.
? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini dimasukkan dalam sistem metrik
yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh
kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku
luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal
ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat.
Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan
standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang
rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah.
Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti
harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai
dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan
oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)*
1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*
1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram.
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!! Jadi, kalau
malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini hanya
gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian
sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan
juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan
pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem timbang
dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan
disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang benar*. Hal ini
untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang
bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.
Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan menanyakannya
langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat dikota
anda berada.
Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau berpar-tisipasi
menyelamatkan masa depan anak-anak **Indonesia**. Semoga Tuhan memberkati
upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun.
Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri dianggap gila.
Ditengah orang-orang gila, dia yang waras justru dianggap gila.
Memang banyak orang yang benar, tetapi jangan diartikan bahwa yang diikuti
banyak orang itulah yang pasti dan selalu benar.
Langganan:
Postingan (Atom)